BELAJAR AL QUR’AN DAN HADIS YANG MENYENANGKAN


Oleh : Yusuf Effendi, S.H.I

Pengertian Belajar secara umum adalah proses perubahan dalam segala hal, tidak hanya perubahan tanpa pertambahan ilmu, kepandaian dan keterampilan, akan tetapi juga pertambahan sikap, nilai dan kebijaksanaan. Dan belajar adalah bukan merupakan tujuan utama, melainkan sebuah proses untuk mencpai tujuan. Dalam melakukan proses pembelajaran tidak terlepas dengan psikologi orang yang akan melakukan belajar. Maka pengertian belajar ini menjadi berbeda, antara pengertian yang dikemukakan oleh ahli pendidikan dengan ahli psikologis.

Menurut woolfolk yang merupkan salah satu ahli psikologis mengemukakan, bahwa belajar adalah proses perubahan yang dapat dilihat, tidak peduli apakah hasil belajar tersebut menghambat atau tidak menghambat proses adaptasi seseorang terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan lingkungannya. Sedangkan menurut ahli pendidikan, bahwa belajar adalah proses perubahan manusia ke arah tujuan yagn lebih baik dan bermanfaat bagi dirinya ataupun orang lain. Dari pengertian yang dikemukakan oleh dua ahli tersebut tampak terdapat perbedaan satu sama lainnya. Kalau menurut ahli psikologis melihat peruahan yang terjadi melalui prosesnya itu pada dua sisi, baik sisi positif ataupun sisi negatif. Akan tetapi kalau menurut ahli pendidikan melihat perubahan yang terjadi melalui proses ini lebih menekankan pada perubahan yang positif dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

Karena belajar adalah merupakan proses perubahan untuk mendapatkan ilmu, kepandaian dan keterampilan serta memunculkan sikap yang bijaksana, maka sudah seharusnya dalam proses pembelajaran itu terdapat suasana dan lingkungan yang menyenangkan, menggembirakan baik peserta didik dan juga guru yang memberikan ilmu. Suasana yang menyenangkan ini akan memancing semangat dan gairah anak untuk melakukan tindakan belajar tanpa ada paksaan. Segala sesuatu yang dilakukan dengan rasa kesenangan akan memudahkan seseorang untuk menggapai apa yang ingin menjadi tujuannya.

Semua guru tentunya menginginkan anak peserta didiknya selalu memperhatikan, memahami dan mengerti terhadap ilmu yang telah di berikan kepadanya. Adalah merupakan kesusahan, kegelisahan dan kesedihan ketikan seorang guru dalam memberikan ilmu kepada anak peserta didiknya, tapi anak peserta didik tersebut tidak mau memperhatikan, tidak faham dan mendapat nilai akhir yang jelek, terlebih pelajaran Al Qur’ah Hadis. Banyak anak peserta didik yang tidak semangat dan senang dengan pelaaran tersebut. Alasan yang dikemukakan oleh mereka pun beragam, banyak hafalan, sering menulis, membaca di depan adalah merupakan proses pembelajaran yang membosankan katanya. Oleh karenannya guna memaksimalkan proses pembelajaran serta tercapainya tujuan yang telah direncanakan, kita semua termasuk guru harus mau memperhatikan beberapa prinsip dalam melakukan proses pembelajaran. Berikut adalah beberapa prinsip dalam belajar menurut Al Qur’an.

  1. a. Motivasi.

Salah satu hal yang penting dalam melakukan proses pembelajaran adalah memberkan motivasi. Karena tidak jarang motivasi ini dapat mengantarkan orang menuju kesuksesan. Walaupun misalkan, materi pelajaran Qur’an hadis ini membosankan dan memakan waktu lama serta rendahnya tingkat hafalan anak untuk menghafalkan dalil-dalil yang teradapat pada Qur’an dan Hadis, akan tetapi ketika seorang guru sering memberikan motivasi kepada anak peserta didiknya untuk tidak selalu menganggap sebagai pelajaran yang membosankan, tetapi pelajaran yang asyik, maka lambat laun perubahan pasti akan terjadi.

  1. b. Pengulangan.

Beberapa ahli psikolog telah banyak membuktikan akan keberhasilan dari metode pengulangan dalam proses pembelajaran. Karena pengulangan yang dilakukan ketika dalam proses pembelajaran akan memudahkan seseoarang untuk menghafal atas ilmu yang telah diberikan.

  1. c. Perhatian.

Anak peserta didik tidak akan dapat dengan mudah memahami ilmu yang telah diberikan guru kepadanya ketika guru selalu tidak peduli dan tidak pernah mau memperhatikan kegelisahan dan kesushan yang terjadi pada anak peserta didiknya.

Selain prinsip-prinsip pembelajaran yang mendukung pada keberhasilan proses pembelajaran dan terwujudnya tujuan yang telah direncanakan diatas, ada hal lai nyang tidak kalah pentingnya dalam melakukan proses pembelajaran, terutama pelajaran Qur’an dan Hadis, hal tersebut pun sekarang mulai gencar dibicarakan oleh kalangan pendidikan. Yakni konsep edutainment, konsep ini adalah merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggairahkan proses belajar mengajar, hingga kemudian tercapainya tujuan. Mengapa demikian, karena pada dasarnya edutainment ini mempunyai prinsip yang menjadi ciri serta sejarah kenapa konsep ini muncul dalam dunia pendidikan. Berikut adalah elaborasi tentang kenapa konsep edutainment ini muncul :

  1. Konsep edutainment adalah merupakan suatu rangkaian pendekatan dalam melakukan proses pembelajaran guna menjembatani jurang pemisah antara proses mengajar dan proses belajar.
  2. Konsep edutainment mempunyai maksud agar proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana belajar yang kondusif  dan menyenangkan.
  3. Konsep edutainment menawarkan suatu system pembelajaran yang dirancang dengan suatu jalinan yang efisien, meliputi anak didik, guru, proses pembelajaran dan lingkungan. Konsep ini menempatkan anak didik sebagai pusat dari proses pembelajaran dan sekaligus sebagai subyek pendidikan.
  4. Konsep edutainment ini mewujudkan proses dan aktivitas pembelajaran ini tidak lagi tampil dengan wajah yang menakutkan dan membosankan, akan tetapi tampil dengan wajah yang segar, menyenangkan dan menggairahkan anak peserta didik untuk trerangsang belajar.

Adapun bentuk- bentuk dari pembelajaran yang menyenangkan terhadap pelajaran Qur’an Hadis adalah sebagai berikut. :

F Permainan menempel.

Pada permainan pendidikan ini, guru menulis potongan ayat-ayat Qur’an atau Hadis pada kertas, kemudian potongan ayat yang ditulis di kertas dibagikan kepada murid, dan kemudian murid disuruh menempelkan pada terjemahan ayat yang telah ditulis pada papan tulis.

F Berimajinasi dengan gambar

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Pembelajaran dan Pendidikan dan tag , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s